Cari

Acom Icun

Tag

kemerdekaan

Au Revoir

Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Pada waktu itu, pada hati waktu
Yang mengandung gelita yang membatu
Burung hantu dan malam
Yang gelisah bagai serdam alam Lanjutkan membaca “Au Revoir”

Ode I

Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Kutanya, kalau sekarang aku harus berangkat
Kuberi pacarku peluk penghabisan yang berat
Aku besok bisa mati. Kemudian diam-diam
Aku mengendap di balik sendat kemerdekaan dan malam
Lanjutkan membaca “Ode I”

Tentang Kemerdekaan

Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
Djanganlah takut kepadanja

Kemerdekaan ialah tanah air penjair dan pengembara
Djanganlah takut kepadanja

Kemerdekaan ialah tjinta salih jang mesra
Bawalah daku kepadanja

1953

Suara, Kumpulan Sadjak 1950-1955

Nyanyian Kemerdekaan

karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Hanya kau yang kupilih, kemerdekaan
Di antara pahit-manisnya isi dunia
Akankah kau biarkan aku duduk berduka
Memandang saudaraku, bunda pertiwiku
Dipasung orang asing itu?
Mulutnya yang kelu tak mampu lagi menyebut namamu Lanjutkan membaca “Nyanyian Kemerdekaan”

Sajak Nopember

Karya: Sapardi Djoko Damono

Siapa yang akan berbicara untuk kami
siapa yang sudah tahu siapa sebenarnya kami ini
bukanlah rahasia yang mesti diungkai dari kubur
yang berjejal
bukanlah tuntutan yang terlampau lama mengental
tapi siapa yang bisa memahami bahasa kami
dan mengerti dengan baik apa yang kami katakan Lanjutkan membaca “Sajak Nopember”

Atas Kemerdekaan

Karya: Sapardi Djoko Damono

kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala
terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
sebelum Hari yang ketujuh tiba
sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita
sementara seekor ular melilit pohon itu :
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah

 

Horison
Thn III, No. 8
Agustus 1968
Sajak-sajak Perjuangan dan Nyanyian Tanah Air

Dulu, 70 Tahun Sekarang

Karya: Acom Icun

Sejarah menulisnya lewat tengah malam

Mengonsep sebuah ikrar kemerdekaan suatu bangsa

Darah merah membasahi persada

Sebagai tinta menoreh kemerdekaan

Bunyi genderang suara takbir

Menggema seantero hingga ke Belanda

Mengiringi kata ikrar MERDEKA!!! MERDEKA!!! Lanjutkan membaca “Dulu, 70 Tahun Sekarang”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑