Cari

Acom Icun

Kategori

Puisiku

Tawaf Hati

Karya: Acom Icun

Tuhan kami, tidaklah yang Engkau ciptakan semua ini sia-sia
Kami hanya sebutir debu yang beterbangan di atas bumi-Mu
Maha Suci Engkau Ya Rabb
Zikir yang kami persembahkan hanya sebatas hitungan jemari
Namun kami selalu tenggelam dalam keresahan
Sebab zikir itu tak menyentuh kalbu
Hati ini terlalu keras, hingga zikir-zikir memantul darinya
Mata pun terhalang melihat angkasa raya ciptaan-Mu
Karena pandangan kami tertutup gedung-gedung pencakar langit
Hati kami selalu terbelenggu oleh ketamakan
Hingga hutan-Mu kami bakar, isi perut bumi-Mu kami keruk
Dan firman-Mu hanya sebagai simbol kami bertuhan Lanjutkan membaca “Tawaf Hati”

Si Kecil Penjaga Kereta

Karya: Acom Icun

Tut… Tut… Tut….
Suara yang tak asing bagimu
Engkau berlari mengangkat bendera lusuh
Meski tak berwarna, namun penyelamat jiwa
Sebagai ksatria penjaga jalan
Waktu bermainmu telah tersita
Meski tak ada gaji pemerintahan Lanjutkan membaca “Si Kecil Penjaga Kereta”

Bila Ada yang Kurindu

Karya: Acom Icun

Bila ada yang kurindu
Hanyalah sebuah ketenangan
Yang membingkai nurani jiwa yang rapuh
Yang bersembunyi dalam mimpi

Bila ada yang kurindu
Adalah sebuah desa yang sepi dari desingan mesiu
Bila ada yang kurindu
Saling tatap tidak berperasangka
Aceh cintaku
Dalam mimpi yang damai
Membiarkan bocah-bocah mendengkur hingga fajar tiba

2015

Takut di Negeri Beradab

Karya: Acom Icun

Ketakutan berjalan dalam situasi perang bisa diatasi jika berhati-hati
Namun berjalan dalam sorotan pelecehan
Itu mengerikan bagi gadis-gadis kecil
Pagi, siang, malam menjadi ancaman
Tak bisa dipercaya siapa pun diantara mereka
Siang menjadi malam yang menakutkan
Seperti serigala mereka menghadang
Inikah masa jahiliyah kembali?
Dalam negeri yang beradab?
Dalam derap langkah ketakutan
Masih diteriakkan kebebasan
Malu aku pada bulan merah
Yang selalu mengintip di atas sana
Bulan merah yang memberi perlindungan bagi perempuan-perempuan

2015

Serigala Versus Orang Kampung

Karya: Acom Icun

Serigala mengintai dari balik sehelai daun
Matanya tajam di atas perbukitan
Mengintai anak domba, dan bahkan anak-anak orang kampung
Jika domba diterkam,
Maka orang kampung kehilangan harta
Jika anak diterkam,
Mereka kehilangan masa depan generasi kampung Lanjutkan membaca “Serigala Versus Orang Kampung”

Kaldera

Karya: Acom Icun

Matahari semakin dekat dengan bumiku
Menjadikan kepala terasa mendidih
Tiap detik berlomba untuk terdepan
Berlari menjauh

Kami tak bisa berlindung
Karena kami rakyat jelata
Kulit dan tulang kami terbiasa diterpa
Karena kami hidup menderita Lanjutkan membaca “Kaldera”

Patung Keabadian

Karya: Acom Icun

Tujuh belas kosong delapan
Nomor keramat untuk kami
Terhenti dentuman merobek dada pahlawan-pahlawanku
Sebagai ganti perjuangan, berdirilah patung keabadian
Sebagai saksi sebuah perjanjian sakti
Juga, sebagai saksi
Melihat anak-anak berbau lumpur
Karena desa telah terkubur
Kami menjadi malu
Anak-anak seperti cacing yang tersembul Lanjutkan membaca “Patung Keabadian”

Pesan Untuk Adik

Karya: Acom Icun

Duhai adikku,
Engkau bercita akan ke bulan
Melihat pemandangan, melihat laut
Dan melihat kampung kita dari atas sana
Bapak kita juga tak banyak uang untuk sewa roket
Apalagi ibu kita, dia hanya mengomel
Supaya kita rajin belajar
Jangan takut adikku
Aku memiliki akal panjang
Kubuatkan untukmu tangga yang panjang
Kusuruh orang-orang kampung memegang beramai-ramai
Agar kau tak jatuh dan cita-citamu tercapai
Banyak orang kampung menunggu ceritamu setelah di atas
Namun adikku, jangan engkau lupa
Masih ada tangan-tangan kokoh di bawah sana
Jangan engkau berakin kami
Jangan engkau ludah jidat kami yang masih mendongak melihatmu
Kami akan marah dan marah
Seketika akan melepaskan pegangan dan
Engkau terjerembab ke tempat yang paling keras di muka bumi

2015

Bocah-Bocah Negeri

Karya: Acom Icun

Hati siapa yang tak suka
Melihat bocah-bocah negeri bergembira
Menimang boneka sambil tertawa
Namun ketika senja jatuh
Hati pun menjadi luka
Tawa menjadi duka yang ternganga
Karena teriakan lapar mereka Lanjutkan membaca “Bocah-Bocah Negeri”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑