Cari

Acom Icun

Kategori

Sutardji C. Bachri

Lalat

Karya: Sutardji C. Bachri

Dengan lalat
Terbang dari nanah ke nanah
Dari ngilu ke ngilu
Dari resah sampai ke barah

Aku terbang
Sama lalat arwah
(kini dia mati
Kena tempeleng)
Dari timbangan ke lain timbangan
Dari titian ke lain titian

– bahkan lalat masuk surga
Kata lalatlalat yang di surga
– apalagi kalau mati kena tempeleng
Mereka bilang

(Kapak, 1976-1977)

Sejak

Karya: Sutardji C. Bachri

Sejak kapan sungai dipanggil sungai
Sejak kapan tanah dipanggil tanah
Sejak kapan derai dipanggil derai
Sejak kapan resah dipanggil resah
Sejak kapan kapan dipanggil kapan
Sejak kapan kapan dipanggil lalu
Sejak kapan akan dipanggil akan
Sejak kapan akan dipanggil rindu
Sejak kapan ya dipanggil rindu
Sejak kapan tak dipanggil mau
Sejak kapan tuhan dipanggil tak
Sejak kapan tak dipanggil rindu?

(Amuk, 1975)

Kapak

Karya: Sutardji C. Bachri

Semua orang membawa kapak
Semua orang bergerak pergi
Menuju langit
Semua orang bersiapsiap nekad
Kalau tak sampai ke langit
Mengapa tak ditebang saja
Mereka bilang
Langkahlangkah mereka menggeram
Dan bersamasama bergegar pula
Kapakkapak mereka
Pukimak aku tak bisa tidur
Mimpi tertakik
Dan ranjang belah

(Kapak, 1977)

Sepisaupi

Karya: Sutardji C. Bachri

Sepisau luka sepisau duri
Sepikul dosa sepikai sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi Lanjutkan membaca “Sepisaupi”

Pil

Karya: Sutardji C. Bachri

Memang pil seperti pil macam pil walau pil
Hanya pil hampir pil sekadar pil ya toh pil
Meski pil tapi tak pil adalah pil
pil pil pil mengapa gigil?
aku demam pil bilang
Obat jadi barah
Apakah pasien?
Tempeleng!

(Amuk, 1976)

Denyut

Karya: Sutardji C. Bachri

Akan kau kau kan kah hidupmu?
Kau nanti kau akan kau mau kau mau

Siapa yang tikam burung yang waktu
Waktukutukku waktukutukku waktukutukku waktukutukku

Kapan kau sayap diamnya batu
Battuba battubi battubu

Yang langit yang gagap yang sangsai
Denyutku denyutku denyutku

(Amuk, 1973)

Mantera

Karya: Sutardji C. Bachri

Lima percik mawar
Tujuh sayap merpati
Sesayat langit perih
Dicabik puncak gunung
Sebelas duri sepi
Dalam dupa rupa
Tiga menyan luka
Mengasapi duka
Puah!
Kau jadi Kau!
Kasihku

Batu

Karya: Sutardji C. Bachri

batu mawar
batu langit
batu duka
batu rindu
batu jarum
batu bisu
kaukah itu
teka
teki
yang
tak menepati janji? Lanjutkan membaca “Batu”

Para Peminum

Karya: Sutardji C. Bachri

di lereng lereng
para peminum
mendaki gunung mabuk
kadang mereka terpeleset
jatuh
dan mendaki lagi
memetik bulan
di puncak
mereka oleng
tapi mereka bilang
–kami takkan karam
dalam lautan bulan–
mereka nyanyi nyai
jatuh
dan mendaki lagi
di puncak gunung mabuk
mereke berhasil memetik bulan
mereka menyimpan bulan
dan bulan menyimpan mereka
di puncak
semuanya diam dan tersimpan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑