Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

– kepada pahlawan tak dikenal

kini kau berlayar sendirian
di lautan kelam tanpa karang
menuju pelabuhan seberang
untuk tidur di pangkuan tuhan

(sebutir peluru telah merenggut jantungmu
ketika kau nekat melindungiku
dalam penyerbuan ke benteng itu
di pangkuanku kautinggalkan jasadmu
sebelum sempat kausebut namamu
asal dan induk pasukanmu
kecuali seberkas senyum keikhlasan)

lukamu kini tak dapat kuraba lagi
karena dagingmu telah kembali ke asal
tinggal cahaya putih cintamu
membekas dalam di kalbu

1980