Cari

Acom Icun

Tanggal

24 April 2016

Dua Peristiwa dalam Satu Sajak Dua Bagian

Karya: Sapardi Djoko Damono

1
sehabis langkah-langkah kaki: hening
siapa?
barangkali si pesuruh yang tersesat dan gagal menemukan tempat- tinggalmu padahal sejak semula sudah diikutinya jejakmu
padahal harus lekas-lekas disampaikannya pesan itu padamu Lanjutkan membaca “Dua Peristiwa dalam Satu Sajak Dua Bagian”

Gonggong Anjing

Untuk Rizki
Karya: Sapardi Djoko Damono

gonggong anjing itu mula-mula lengket di lumpur
lalu merayapi pohon cemara dan tergelincir terbanting di atas rumah
menyusup lewat celah-celah genting
bergema dalam kamar demi kamar
tersuling lewat mimpi seorang anak lelaki
siapa itu yang bernyanyi bagai bidadari?” tanya sunyi

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Hatiku Selembar Daun

Karya: Sapardi Djoko Damono

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Ketika Jari-Jari Bunga Terluka

Karya: Sapardi Djoko Damono

ketika jari-jari bunga terluka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata Lanjutkan membaca “Ketika Jari-Jari Bunga Terluka”

Ketika Menunggu Bis Kota, Malam-Malam

Karya: Sapardi Djoko Damono

“Hus, itu bukan anjing; itu capung!” katanya. Tapi capung tak pernah terbang malam, bukan? Capung tak suka ke tempat sampah
— biasanya ia hinggap di ujung daun rumput waktu pagi hari, Lanjutkan membaca “Ketika Menunggu Bis Kota, Malam-Malam”

Peristiwa Pagi Tadi

kepada GM

Karya: Sapardi Djoko Damono

Pagi tadi seorang sopir oplet bercerita kepada pesuruh kantor tentang lelaki yang terlanggar motor waktu menyeberang. Lanjutkan membaca “Peristiwa Pagi Tadi”

Setangan Kenangan

Karya: Sapardi Djoko Damono

Siapakah gerangan yang sengaja menjatuhkan setangan di lorong yang berlumpur itu. Soalnya, tengah malam ketika seluruh kota kena sihir menjelma hutan kembali, ia seperti menggelepar- gelepar ingin terbang menyampaikan pesan kepada Rama tentang rencana ….

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Pertapa

Karya: Sapardi Djoko Damono

Jangan mengganggu:
aku, satria itu, sedang bertapa dalam sebuah gua, atau sebutir telur, atau. sepatah kata — ah, apa ada bedanya. Pada saatnya nanti, kalau aku sudah dililit akar, sudah merupakan benih, sudah mencapai makna — masih beranikah kau menyapaku, Saudara?

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

Yang Fana Adalah Waktu

Karya: Sapardi Djoko Damono

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari Lanjutkan membaca “Yang Fana Adalah Waktu”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑