Karya: Sapardi Djoko Damono

jangan pejamkan matamu: aku ingin tinggal di hutan yang gerimis
— pandangmu adalah seru butir air tergelincir dari duri mawar (begitu nyaring!); swaramu adalah kertap bulu burung yang gugur (begitu hening!)

aku pun akan memecah pelahan dan bertebaran dalam hutan; berkilauan serbuk dalam kabut
— nafasmu adalah goyang anggrek hutan yang mengelopak (begitu tajam!)

aku akan berhamburan dalam grimis dalam seru butir air dalam kertap bulu burung dalam goyang anggrek
— ketika hutan mendadak gaib

jangan pejamkan matamu:

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.