Karya: Acom Icun

Tuhan kami, tidaklah yang Engkau ciptakan semua ini sia-sia
Kami hanya sebutir debu yang beterbangan di atas bumi-Mu
Maha Suci Engkau Ya Rabb
Zikir yang kami persembahkan hanya sebatas hitungan jemari
Namun kami selalu tenggelam dalam keresahan
Sebab zikir itu tak menyentuh kalbu
Hati ini terlalu keras, hingga zikir-zikir memantul darinya
Mata pun terhalang melihat angkasa raya ciptaan-Mu
Karena pandangan kami tertutup gedung-gedung pencakar langit
Hati kami selalu terbelenggu oleh ketamakan
Hingga hutan-Mu kami bakar, isi perut bumi-Mu kami keruk
Dan firman-Mu hanya sebagai simbol kami bertuhan

Duplikat-duplikat Adam dan Hawa berlari mengejar waktu
Mereka tak belajar dari langit dan bumi tempat berpijak
Ya Rabbana, masihkah malu ini mengkristal dalam dada kami?
Ketika melalui kalam-Mu yang berbunyi Iqra’
Hamba-Mu telah dibekali ilmu dan pengetahuan untuk mempelajari alam ini
Namun kami bertikai memperebutkan yang Engkau sediakan
Harusnya malu itu lebih besar pada-Mu, Ya Rabb
Namun keangkuhan ini membuat kami alpa
Lupa melihat matahari, lupa pada bimasakti

Ya Rabb, jika malam-Mu tiba, kami tak belajar dari tawaf bumi
Namun suara melodi penggerak syaitan itu yang terdengar
Maha Suci Engkau Ya Rabb telah mengatur putaran ini
Ketika kuhadapkan wajahku ke Baitullah
Secuil zikir kupersembahkan untuk memuji-Mu
Ya Rabbana Yang Maha Agung
Izinkan kuukir dalam lentera hati kami makna tawaf di Baitullah
Yang telah kami dapat dari pembelajaran ketaatan alam semesta pada-Mu