Cari

Acom Icun

Tanggal

28 November 2015

Sajak Burung-Burung Kondor

Karya: W.S. Rendra

Angin gunung turun merembes ke hutan,
lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas,
dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau.
Kemudian hatinya pilu
melihat jejak-jejak sedih para petani – buruh
yang terpacak di atas tanah gembur
namun tidak memberi kemakmuran bagi penduduknya. Lanjutkan membaca “Sajak Burung-Burung Kondor”

Revolusi

Karya: W.S. Rendra

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saat ini kita masih terperangkap lingkaran setan

KEMISKINAN
KETIDAKPEDULIAN
KORUPSI
KERJA ASAL-ASALAN Lanjutkan membaca “Revolusi”

Sajak Anak Muda

Karya: W.S. Rendra

Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi
di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum Lanjutkan membaca “Sajak Anak Muda”

Sajak Seorang Tua Untuk Istrinya

Karya: W.S. Rendra

Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan. Lanjutkan membaca “Sajak Seorang Tua Untuk Istrinya”

Pamflet Cinta

Karya: W.S. Rendra

Ma, nyamperin matahari dari satu sisi.
Memandang wajahmu dari segenap jurusan.

Aku menyaksikan zaman berjalan kalangkabutan.
Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku.
Aku merindukan wajahmu, Lanjutkan membaca “Pamflet Cinta”

Aku Tulis Pamflet Ini

Karya: W.S Rendra

Aku tulis pamplet ini
karena lembaga pendapat umum
ditutupi jaring labah-labah
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,
dan ungkapan diri ditekan
menjadi peng – iya – an Lanjutkan membaca “Aku Tulis Pamflet Ini”

Sajak Sebatang Lisong

Karya: W.S Rendra

Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka

Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan. Lanjutkan membaca “Sajak Sebatang Lisong”

Dengan Puisi, Aku

Karya: Taufiq Ismail

Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercerita
Berbatas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang
Keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam meringis Lanjutkan membaca “Dengan Puisi, Aku”

Membaca Tanda-Tanda

Karya: Taufiq Ismail

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya tidak begitu jelas
tapi kita kini mulai merasakannya

Kita saksikan udara abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil tak lagi berkicau pagi hari Lanjutkan membaca “Membaca Tanda-Tanda”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑