Senja jatuh

Ketika kulalui jalanan ini

Pucuk-pucuk cemara di atas bukit pole

Berdesir, menyanyikan simfoni yang indah

Engkau berdiri memandangku

Meletakkan bunga liar berwarna jingga

Tepat di dadaku

Dan berkata

“Bunga ini, tanda kehormatan, bila saatnya tiba”.

Aku tersenyum.

Dan kau tertawa.

Langit berwarna tembaga, menjulur manja.

Gerimis mulai menerpa,

Kita lihat bersama, pelangi senja di utara.

Ku genggam erat jemarimu,

Senja jatuh

Di tanjung ini, kusaksikan kembali

Pelangi senja menjuntai indah

Yang pernah kita gantung cita kita disana.

Kini aku merenda cita di tanjung pinang.

Sebagai penjaga negeri.

Menjaga ibu pertiwi.

Senja di Kepulauan Riau

Bau tanah diterpa gerimis, sama seperti di bukit Pole.

Menyengat, dan menyesak

Disini kugenggam jemari ibu pertiwi

Kurengkuh dengan semangat,

Dengan tekad dan cita, pertiwiku tak kan pernah menangis,

Aku generasi penjaga negeri ini,

Pelangi senja

Tetap ku kejar hingga akhir hayatku.