Karya: Acom Icun

Kutulis surat ini buat sahabatku,

Andalusia

Dalam kicau murai kuukir kata buatmu

Harum bunga padi yang mulai mekar di desa kita

Dan lenguh sapi serta suara angsa

Mengukir hidupku, sahabat

Aku tak berbeda dari dahulu

Bercanda di kubangan dan tercebur di anak sungai

Yang semakin hari semakin keruh

Kawan,

Hidupku tak seindah rangkaian kata yang tertulis

Hanya indah bila dilukis

Dipajang, lalu…

Orang-orang akan bergumam mengaguminya

Sahabat, kakekku bilang

Aku tak boleh kagum pada menara kembar milik orang lain

Tapi aku harus bersyukur

karena padi masih menebarkan harum di kampung kita

Bapakku berkata,

Bahwa aku harus bangga

Karena tanah hitam

Masih melekat di jemari kaki petani

Ibuku bilang,

Aku masih bebas

Bermain rakit dan menangkap kupu-kupu di ladang

Ibuku bilang,

Aku masih punya mawar di kebun

Aku masih punya rakit

Aku masih punya ilalang

Aku masih punya gunung yang megah

Yang abadi sebelum kakekku lahir

Nenekku bilang,

Aku punya harapan hari esok